Menteri PPPA: Arahan Presiden, Kampanye dan Sosialisasi Secara Masif 3M pada Keluarga
(Menteri PPPA saat memberikan keterangan
pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9).)
JAKARTA-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (PPPA), I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menyampaikan bahwa
arahan Presiden untuk mengampanyekan dan sosialisasi masif 3M (memakai masker,
mencuci tangan, dan menjaga jarak) kepada para keluarga, terutama perempuan dan
anak yang ada di seluruh tanah air ini.
”Nah, ini
harus kita lakukan secara masif dan melibatkan lembaga ataupun pemerhati
perempuan, termasuk PKK. Nah, ini yang kita akan lakukan,” ujar Menteri PPPA
saat memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Kamis
(24/9).
Kementerian
PPPA, menurut Bintang, punya wadah forum anak yang tersebar di 34 provinsi, 451
kabupaten/kota, yang semua terlibat sebagai pelopor dan pelapor.
”Ini juga
bisa menjadi hal-hal dan kita ajak untuk mensosialisasikan dan mengampanyekan
secara masif berkaitan dengan 3M ini. Selalu pakai masker, jangan kendur pakai
masker, demikian juga menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujarnya.
Berkaitan
dengan kluster keluarga ini, Menteri PPPA menyebutkan bahwa memang ada beberapa
hal-hal penting yang menjadi perhatian bersama yakni kunci disiplin mematuhi
protokol kesehatan itu tidak hanya saat pada keluar rumah.
Pada
kesempatan ini, Bintang menyampaikan terutama perempuan sebagai manajer rumah
tangga yang selalu harus mengingatkan keluarganya, walaupun di dalam rumah
disarankan untuk tetap memakai masker apalagi kalau di dalam keluarga tersebut
ada kelompok rentan seperti balita maupun lansia.
Menurut
Bintang, Kementerian PPPA akan melaksanakan koordinasi dengan Satuan Tugas
Penanganan Covid-19 untuk membuat protokol kesehatan keluarga, untuk mencegah
terinfeksi Covid-19 di dalam dan di luar rumah.
”Demikian
juga nanti harapan kami protokol kesehatan keluarga ini juga dapat dilakukan
bila anggota keluarga, bagi anggota keluarga yang terinfeksi, langkah-langkah
apa yang harus dilakukan,” ujarnya.
Hal yang
menjadi sangat penting, menurut Menteri PPPA, harus menjadi perhatian bersama
dalam situasi pandemi bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga harus
melindungi sesama. Caranya, lanjut Menteri PPPA, kepada keluarga di seluruh
Indonesia, para perempuan dan anak di masa pandemi untuk mengurangi atau
menghindari pertemuan-pertemuan kepada keluarga besar secara offline.
”Di
situasi pandemi ini kita sudah diperkenalkan dengan pertemuan daring atau
pertemuan secara virtual. Kalau seandainya ada hajatan, kemudian salah satu
contoh yang sederhana seperti ulang tahun yang harus dilaksanakan. Nah, itu
kami imbau hindari secara offline, tapi bisa dilakukan dengan cara daring
dan sebagainya,” katanya.
Saatnya,
menurut Menteri PPPA, inovasi dan kreativitas yang harus dilakukan bersama agar
bisa menekan penyebaran dari virus korona ini.
Di akhir keterangannya, Menteri PPPA mengajak untuk bersatu, bergandengan tangan, bekerja bersama-sama, karena dengan bergotong-royong, kekuatan perempuan akan bisa kita keluar dari situasi sulit ini dan bangkit kembali.”Perempuan berdaya, anak terlindungi, Indonesia maju,” pungkas Menteri PPPA.(*)